Review: Nurse 3D (2014)

hr_Nurse_3D_2

“Nurse 3D” adalah sebuah film yang mengisahkan tentang seorang suster bernama Abigail Russel (Paz De La Huerta) yang bekerja sebagai mentor bagi suster-suster baru lainya. Suster baru yang beruntung tersebut bernama Danni Rogers (Katrina Bowden) yang tidak mempunyai minggu pertama yang mengesankan di tempat ia bekerja di Ali Saints Hospital. Namun, Abigail Russel bukanlah sembarang suster, ia bukan suster biasa. Di malam hari, ia berburu para pria-pria yang berselingkuh dari istrinya dan “mengajari” para pria hidung belang tersebut sebuah pelajaran agar mereka kapok dengan perlakuan senonoh yang para pria hidung belang itu lakukan. Hari demi hari, Dani dan Abby semakin dekat. Mereka menjadi sahabat dan ketika Abby selalu ada ketika Danni membutuhkan seseorang. Namun, Danni mulai merasakan ada hal yang ganjal dari kedekatan mereka. Abby mulai kelewatan batas dan perlakuan Abby terhadap Danni bukanlah apa yang seorang teman dekat lakukan. Ketika Danni mulai mencari tahu dan menguak misteri tentang kehidupan personal Abby dan rahasia tersebut membuat Abby semakin ingin bermain dengan Danni. Danni tidak sadar bahwa Abby jauh lebih pintar, licik dan cerdas dari apa yang ia kira.“Nurse 3D” adalah sebuah film thriller yang mampu mencuri perhatian banyak penonton apalagi dengan embel-embel 3D nya itu. “Nurse 3D” mengawali filmnya dengan memperkenalkan tokoh utama, Abigail Russel yang sedang “bekerja” di malam hari memburu pria-pria yang kegatelan dengan perempuan lain walaupun mereka memiliki seorang istri dirumah menunggu. Karakter Abigail Russel disini yang diperankan oleh Paz De La Huerta tidak mempunyai sesuatu yang membuat saya menyukai karakter Abby walaupun Abby yang sangat seksi itu. Menyaksikan Paz De La Huerta berakting sungguh menyedihkan. Mendengarkan ia berbicara hampir membuat saya tertidur akan bagaimana dibuat-buatnya keseksian yang dimilikinya. Semua keseksian tersebut tampak tidak natural dan terlalu dibuat-buat, bahkan dari cara ia berjalan, cara ia berinteraksi, cara ia menggerakan tubuhnya tidak tampak natural sehingga akting Paz De La Huerta sebagai suster seksi bernama Abby disini sungguh murni sebuah kegagalan yang dimiliki “Nurse 3D”. “Nurse 3D” tampaknya tidak mempunyai tokoh utama yang layak untuk memerankan tokoh Abby. Paz De La Huerta tampak seperti kesusahan untuk memerankan sebuah suster seksi sehingga akting nya sungguh melelahkan untuk disaksikan.

Selain karakter Abby, adapula Danni Rogers yang diperankan oleh Katrina Bowden. Katrina Bowden kali ini berbeda, saya menyukai Katrina Bowden just the way she is. Dari “Piranha 3D”, Katrina Bowden selalu menjadi wanita yang tercantik dan yang paling memanjakan mata di setiap film. Terutama di “Nurse 3D” ini. Namun, akting belum dihitung. Katrina Bowden bermain sungguh berani di dalam film ini, berani bermain vulgar walaupun saya tidak terkejut namun disini sisi seksi nya Katrina Bowden tampak begitu natural dan tampak memang dari sananya. Berbeda dengan Paz De La Huerta yang jauh lebih berani dan 60% porsi nya diisi dengan ia tanpa mengenakan pakaian. Sayangnya, Katrina Bowden memberikan sebuah akting yang tidak konsisten. Sangat lebih baik dibandingkan that Huerta Girl (saya kecapekan sendiri menuliskan nama yang sangat panjang tersebut), di beberapa adegan akting nya tampak pas, tidak berlebihan, namun di beberapa adegan mimik mukanya tampak begitu datar apalagi di 15 menit terakhir dimana ketegangan dimulai dan dimana akting tokoh-tokoh di dalam tersebut sungguh dibutuhkan. Ketidakonsistenan akting dari Katrina Bowden agak distracting melihat bahwa Katrina Bowden sepertinya tampak hampir sebagai hero dari segi akting film ini namun hal tersebut tidak terjadi hingga akhir. Adapula Corbin Bleu yang sangat saya ingat dalam High School Musical yang membuat saya sedikit bangga namun tidak memberikan sebuah akting yang baik di dalam film ini. Yah, masalah akting sepertinya kita harus cepat-cepat melupakanya karena memang dari departemen akting, “Nurse 3D” sangat mengecewakan.
nurse-3d-4984“Nurse 3D” adalah sebuah film thriller yang akan mudah disukai. Jika tidak melirik kelemahan-kelemahanya. “Nurse 3D” memberikan sebuah 15-20 menit terakhir sebuah adegan yang saya tunggu-tunggu dari awal. Sebuah catfight yang spertinya seperti sebuah aksi penyelamatan dari 1 jam yang cukup statis tanpa ada kesenangan yang berarti. “Nurse 3D” tentunya ditambah dengan adegan Gore nya yang cukup memberikan beberapa kesenangan di adegan-adeganya. Walaupun secara keseluruhan adegan gore tersebut menurut saya belum cukup untuk memberikan saya kesenangan 100%. Sambil menikmati darah-darahan yang tumpah di sana-sini, semakin lama saya semakin mulai menebak alur “Nurse 3D” ini. Bisa dibilang kelemahan utama dari “Nurse 3D” adalah terlalu mudahnya untuk ditebak dan plot nya yang sungguh lemah. Mudah ditebak. Juga dengan tidak adanya sebauh penjelasan yang berarti dan tidak adanya sebuah penyelesaian di dalam film ini betul-betul membuat saya kebingungan dengan “Nurse 3D”.

Yah, sepertinya saya salah menilai. Saya pikir “Nurse 3D” akan menjadi sebuah film thriller/horror yang unik, original dan beda dari yang lainya. Dan dengan poster nya yang menarik juga trailer nya tersebut yang mampu menarik saya untuk menyempatkan waktu untuk menyaksikan 1 jam 23 menit tersebut. Secara keseluruhan, sangat disayangkan karena “Nurse 3D” tidak memiliki sesuatu yang membuat film ini menjadi sebuah film yang menyenangkan. Terselamatkan dengan 20 menit sebelum credits dan dengan beberapa adegan gore nya yang cukup asyik. Beberapa kelemahan di sana sini yang mampu membuat “Nurse 3D” menjadi agak kurang menyenangkan untuk dinikmati. Saya bingung mau menilai film ini karena di sisi lain menurut saya “Nurse 3D” ini biasa-biasa saja, namun jika saya lebih memfokuskan kepada kelemahan-kelemahan tersebut, kelebihan-kelebihan yang dimiliki “Nurse 3D” seperti tertutupi dengan kelemahanya yang cukup menganggu. Katrina Bowden yang cantik dan Paz La De Huerta yang seksi namun keduanya belum bisa berakting dengan baik. Catfight yang cukup asyik. Dikecewakan oleh ending dari “Nurse 3D” yang “apa banget”. “Nurse 3D” adalah sebuah film yang mampu memberikan beberapa kesenangan di beberapa adeganya, namun secara keseluruhan, sebuah erotic thriller yang belum mampu membuat fans akan film-film sejenis “Nurse 3D” lompat-lompat kegirangan walaupun bukan film yang buruk.

2-5-star-rating-small-md19

Advertisements

2 thoughts on “Review: Nurse 3D (2014)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s