Indonesian Idol 8 Top 8 – Rock N Roll!

Malam ini merupakan malam yang sangat-sangat mengecewakan. Kontestan seperti Nowela, Virzha, Husein dan Gio harusnya bisa lebih spektakuler karena ini malamnya mereka. Dan Kontestan seperti Ubay, Yuka, Sarah dan Windy attempted to rock the viewers but failed like hell. Apalagi Yuka dan Ubay yang menurut saya sangat off. Windy juga off. Sarah masih sedikit lebih baik dibandingkan sisanya. Bagi empat yang lainya, seperti Nowela, Virzha, Husein dan Gio, mereka tidak tampil with their best ability. Saya mempunyai masalah dengan Indonesian Idol, this show is just so predictable. Kita semua sudah tahu mana-mana yang mendapatkan banyak dukungan. Nowela, Virzha, Husein, Windy. Ini adalah most likely to be the Top Four. Karena mereka memang yang paling mempunyai banyak fanbase. Dan kita semua sudah tahu dengan Dewi, Miranti dan lain-lain bahwa mereka mendapatkan fanbase yang sangat minim. Dan jeleknya penonton Indonesia adalah, mereka gak nge-vote berdasarkan penampilan. Mereka vote karena mereka memang suka dan bukan dari penampilan. Kalau gitu, ngapain mereka semua tampil? Toh mereka gak dinilai berdasarkan penampilan mereka. Bikin saja cek nya buat nowela atau Virzha yang menurut saya akan jadi Final nanti. Saya sudah siap-siap saja untuk move on dari ajang pencarian bakat yang katanya terbaik dan menyamai American Idol. Hello? Bukan membanding-bandingkan dan tidak bangga dengan bangsa sendiri. At least, American viewers, they are smart. They vote for the best performance and the worst performance of the week are probably gonna go. Jadi, saya sama sekali tidak senang dengan semua ini karena kita semua sudah bisa predict apa yang akan terjadi. Well, mungkin ini akan menjadi season terakhir saya menyaksikan Indonesian Idol. Mungkin.

Sebagai buktinya, Sarah sama sekali bukanlah yang terburuk malam tersebut. Tetapi, ia pulang. Yunita? Se tidak ketertarikanya saya tehradap Yunita, let’s face it, she’s not that bad last week. Tetapi ia pulang. Miranti? Dewi? Kemampuan menyanyinya Dewi mungkin jauh diatas Ubay dan Yuka. Bahkan Virzha dan Gio. Dewi memiliki vocal range yang sangat wide sehingga ia bisa menyanyikan apa saja. Miranti? Kalian bilang kalian suka unik? Dan ini unik. Tetapi ia pulang di penampilan terbaiknya. Dan itu terus terjadi. Saya sama sekali tidak setuju jika kualitas Indonesian Idol harus disama-samakan dengan American Idol. Karena jelas. American Idol tahu apa yang mereka lakukan. Indonesian Idol? hanya ingin mendpatkan keuntunganya saja. Buat apa adain Flash Vote? Apalagi kalau bukan untuk mendapatkan keuntungan lebih lagi. Jadi penonton mau terus-terusan nge-vote dan mereka dapet banyak duit dari situ. This is just a stupid show, man. We all know who’s gonna win. We all know who’s gonna be eliminated next. And this is just a predictable show. Saya jujur saja melihat Season sebelumnya jauh lebih menarik dari season yang sekarang. Dimana season sebelumnya memiliki Top 13 yang tepat. Top 11 yang tepat. Top 10 yang tepat. Minus Yoda. Dan Final yang bener-bener sulit banget. Sekarang? Saya bahakn tidak tahu harus mendukung siapa agar sampai ke final. Pfft..

1. Husein Alatas – Toxicity by System Of A Down:

We all know who’s gonna be attempting to rock us and who’s gonna be struggling from the beginning. Dan salah satu yang menurut saya akan kick everyone ass adalah Husein. Kelemahan terbesar: Pronounciation. Saya tidak mengerti bahkan hanya satu kata. Satu kata dalam bahasa Ingriss saja saya belum bisa dapat dari penampilan nya kali ini. Ini yang membuat saya bingung, karena Husein mempunyai atraksi-atraksi ala rock, dan Husein juga mempunyai semua feeling dan semua gaya-gaya dan passion juga energy yang menurut saya cukup membangun siapa pun yang menyaksikan. Walaupun begitu, kembali lagi ke pronounciation nya. Sayang sekali, semuanya tampil dengan begitu baik. Bahkan sisi teknis nya yang menurut saya adalah penampilan vokal terbaik dari Husein sepanjang perjalananya di Indonesian Idol. Husein harus benar-benar belajar dan harus benar-benar memperbaiki pronounciation nya kalau ia ingin menyanyikan lagu barat di babak-babak spektakuler berikutnya. Tetapi, performance-wise, merupakan sebuah penampilan yang cukup groundbreaking.

2. Maesarah Nurzaka – I’m With You by Avril Lavigne:

And here comes the little girl. Sarah memiliki suara yang sangat kecil. Sehinga cukup sulit buat dia untuk tackle sebuah lagu dari Avril Lavigne. Karena Avril Lavigne yang memiliki wide range dalam setiap lagunya tentunya akan memperlihatkan bagaimana suara Sarah akan menyamai keindahan versi Avril Lavigne. Saya tak akan bilang bahwa Avril Lavigne adalah 100% rock. Bisa dibilang ini adalah ballad-rock. Jadi tidak sepenuhnya rock di dalam lagu ini. Apa yang terjadi disini adalah musik nya gak blend dengan suara Sarah. She delivered some beautiful and big long notes, especially at the end. Tetapi, Sarah struggling hampir 60% dalam penampilan ini. Penamplan yang sangat safe. Yang tentunya akan mengembalikan Sarah kembali ke Bottom Three atau Two. Sarah terlalu mendorong dirinya sehingga banyak sekali pitchy notes. Di pertengahan, Sarah tidak menyatu dengan lagu tersebut dan Indra Lesmana was right, Sarah tidak mendapatkan feeling dan emotion dari lagu ini dan Sarah tidak menyampaikan pesan nya. Saya merasakan bahwa Sarah ingin sekali bertahan disini, namun, sayangnya usaha nya kali ini masih terbilang belum cukup baik.

3. Muhammad Yusuf Nur Ubay  – Good Old Fashioned Lover Boy by Queen:

Cukup sulit untuk menempatkan Ubay dalam satu genre saja karena Ubay selalu shake things up. Sebagai sebuah pop singer, dan sebagai sebuah kontestan atau penyanyi yang baru berumur 17 tahun, Ubay mempunyai cukup keberanian untuk membawakan sebuah lagu dari Queen dan mengintrepretasikanya. Tapi, penampilan Ubay kali ini agak messy. Too all over the place. Agak berantakan. Vocally, Ubay tidak menunjukkan kehebatan vokal nya dan keindahan suaranya yang bisa men-tackle semua lagu. Ubay seharusnya menambah berbagai unsur-unsur di dalam nya. Mungkin, tambahlah sedikit runs atau big notes di akhirnya. Saya membayangkan bahwa Ubay akan menyanyikanya dengan asik karena Ubay memang kalau udah asik pasti asik, dan yang satu ini, Ubay terlalu sibuk sendiri. Ia kelupaan bahwa ini adalah sebuah Indonesian Idol. Bahwa suara adalah segalanya. Sebuah penampilan yang tidak mengasyikan, gak enak dilihat. I’ll skip this one.

4. Muhammad D’Virzha – Last Nite by The Strokes:

Malam ini bukan hanya malamnya Husein dan Nowela tapi juga malamnya Virzha. Saya sudah punya firasat sih kalau penampilan Virzha pasti dipuji-puji. Saya tidak menemukan akan adanya kelebihan atau hal-hal yang baru dari penampilan Virzha yang kali ini. Meskipun harus saya akui bahwa secara segi vokal, Virzha tela menampilkan sebuah penampilan vokal yang sama sekali tidak mengecewakan. Kata juri bahwa penampilan ini hanya untuk seru-setuan saja saya harus setuju. Karena sebenarnya lagu ini tidak memberikan sebuah Virzha momen berlebih. Namun, saya sangat menyukai penampilan secara keseluruhan dimana ada banyak sekali kegilaan di dalam penampilan ini. So much energy. And so much passion. Virzha berinteraksi dengan band yang menurut saya sungguh penting. Ia menyatu dengan band dan dengan musiknya. Yang walaupun pada akhirnya selalu saja harus ada dorongan lebih untuk Virzha agar menampilkan sebuah penampilan yang menakjubkan. Ini cukup bagus, cuma ingin lebih.

5. Windy Yunita – The Final Countdown by Europe:

Seperti yang juri katakan, TITI DJ khawatir dengan kemampuan WIndy menyanyikan lagu rock. Dan udah dibahas juga di awal acara bahwa, Rock gak harus teriak-teriak dan hair flipping. Gak mesti. Windy salah mengintrepretasikan kata “rock” bahwa ia harus teriak. Ok. Pelan-pelan. Dari awal ketika Windy menyanyikan lagu ini. Lagu ini udah terlalu besar buat Windy taklukan. Banyak sekali lagu-lagu diluar sana yang cocok dengan suara Windy dibandingkan lagu yang sangat besar ini. Yang semua orang sudah tahu. Performance windy dimulai dengan so-so diakhiri dengan pretty awful. Windy teriak-teriak di bagian akhir dimana WIndy cenderung mengambil nada-nada yang tinggi untuk menggambarkan bahwa penampilan dia itu so rock, padahal sangat annoying. Windy memiliki vokal yang semakin membaik, di lagu yang tepat. Di performance kali ini, she is sinking down.

6. Nowela Elizabeth – Black Dog by Led Zeppelin

Mengenai Nowela. Tidak hanya saya tetapi semua orang telah mempunyai ekspektasi tersendiri buat Nowela. Begitu pula para juri. Karena kita sudah terbiasa dengan kemampuan Nowela yang tidak usah dipertanyakan lagi dan dengan kemampuan dia untuk mengemas suatu lagu kedalam sebuah penampilan yang luar biasa menarik. Menurut saya sih Nowela memilih lagu yang sudah pasti ia bisa nyanyikan dengan baik 100%. Jadi, tidak ada sebuah challenge tersendiri bagi Nowela. Dan beberapa bagian yang too shouty. Apalagi di akhir penampilan yang menurut saya tidak perlu ditutup dengan teriak-teriak gak jelas yang tidak menujukkan vocal range nya Nowela. Nowela memang berinteraksi dengan para badn dengan sangat baik. Namun, sangat disayangkan karena kali ini tidak semua dari Nowela datang pada malam ini. Vocally, It wasn’t her best. Karena lagu ini sendiri menutup kehebatan vokal Nowela yang luar biasa. Hanya seorang penonton yang terbiasa menyaksikan Nowela menyanyikan lagu jauh lebih baik dari pada ini dan akhirnya dikecewakan dengan penampilan yang jauh bisa lebih baik dari hanya sekedar sebauh penampilan yang, well…forgettable. Pretty much.

7. Yuka Tamada – Under Pressure by David Bowie

Yuka adalah mungkin salah satu kontestan yang agak saya takuti karena mungkin genre ini adalah genre yang sangat jauh dari Yuka. Yuka is into jazz and a bit of blues. Yuka membawakan sebuah lagu yang sama sekali tidak membangunkan saya dari keterpurukan. Ketika saya berusaha untuk membuka mata setelah penampilan-penampilan yang membosankan ini, Yuka kembali dengan penampilan yang quite..awful. Penampilan nya merupakan penampilan yang agak sedikit terlalu dibuat-buat dan banyak sekali improvisasi yang tidak dibutuhkan sih menurut saya. Vokalnya tidak menunjukkan cara bernyanyi Yuka seperti biasanya. Yuka memutuskan untuk sedikit mencampurkan dengan lagu “Ice Ice Baby” which is a copy from the Glee Project. Dan untuk yang satu ini, ke orisinil-an Yuka harus sedikit dipertanyakan. Penampilan nya sebenarnya tidak seburuk penampilan terburuk Yuka, (Ironi). Namun, jelas bukan sebuah Yuka yang saya kenal. Ketika juri memuji-muji penampilan Yuka yang menurut saya so far behind anybody else this week. Sigh.

8. Giofanny Elliandrian – I’ll Be There For You by Bon Jovi

Saya juga lupa kalau malam ini juga malamnya Gio. Genre yang Gio punya adalah genre yang similiar to rock. Jadi, Gio gak akan kesulitan dengan masalah lagu. Dan benar. Lagu yang ia pilih sudah 100% tepat. Sayangnya, Gio tidak menyanyikanya dengan biasa ia menyanyikan sebuah lagu. Feeling nya gak dapet, emotion nya gak dapet. Semuanya serba maksa dan serba nanggung. Gio memiliki suara yang sangat powerful ketika semua feelings nya menyatu. Dan ketika ia mengerti lagu tersebut, ia akan membuat penonton menangis tersedu-sedu dengan penampilanya. Kali ini, It was missing. Everything went missing.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s