Favorite Movies Review #1: You Are The Apple Of My Eye (2011)

you_are_the_apple_of_my_eye_ver2

Saya bukan termasuk orang yang tergila-gila dengan film-film Asia. Seperti film-film Korea, Thailand, Filipina atau Mandarin.. namun pengecualian untuk horor Thailand yang masih suka saya tonton beberapa. Selain genre horor, saya tidak terlalu menyukai menonton drama-drama romantis Asia yang menurut saya agak lebay. Mungkin ada beberapa yang saya tonton seperti Love of Siam (2007) dari Thailand yang menurut saya merupakan salah satu film terbaik yang pernah saya tonton. Kemudian, Suckseed (2011) yang juga dari Thailand yang menurut saya not bad.. dan ada juga Crazy Little Thing Called Love (2010) dari Thailand juga yang sampai sekarang tidak tahu letak bagusnya dimana. Hanya sedikit film-film Asia yang berhasil mencuri perhatian saya dan saya agak sulit untuk dipuaskan dengan film-film Asia. Namun, You Are the Apple of My Eye mungkin bukan merupakan film drama-romance terbaik dari Asia namun merupakan my personal favorite karena banyak hal.

Sebelum saya membahas, saya sempat menonton sebuah film Indonesia berjudul Crazy Love yang dirilis 3 tahun yang lalu. Awalnya sebelum saya menyaksikan You Are the Apple of My Eye, saya cukup tertarik dengan film nya. It’s not a bad movie, I’m neutral. Dan saya cukup menyukai film nya secara keseluruhan karena memang walaupun tidak spesial, film nya agak menyenangkan untuk diikuti. Sampai ketika saya menyaksikan You Are the Apple of My Eye. Saya tidak tahu bahwa Guntur Soeharjanto benar-benar meng-copy film You Are the Apple of My Eye dan membuat versi Indonesia nya. Benar-benar mirip, semuanya mirip. Saya malu melihatnya karena benar-benar tidak original dan berani-beraninya mengira bahwa orang-orang Indonesia tidak tahu dengan film You Are the Apple of My Eye dan tidak sadar bahwa akan sadar bahwa kedua filmnya benar-benar mirip. Sangat disayangkan.

youre-the-apple-of-my-eye4

Karena kemiripan tersebut, menyaksikan You Are the Apple of My Eye jadi agak lebih familiar. Seperti telah menyaksikan filmnya sebelumnya. Namun, tentu saja You Are the Apple of My Eye masih memberikan sebuah kesan tersendiri setelah menyaksikan nya. Film nya simpel, mengisahkan tentang Ko Chin Teng (Ko Chen Tung) yang merupakan sebuah pelajar yang nakal dan degil yang sedang menikmati masa-masa yang kata orang masa-masa paling menyenangkan, masa SMA. Bersama teman-temanya yang juga tidak kalah degil nya, Hsu Bo Chun (Yen Sheng-Yu) yang dipanggil boner karena selalu ereksi setiap saat, A-he (Steven Hao) yang suka makan, Lao Tsao (Owodog) seorang anak basket dan Liao Ying-Hung (Tsai Chang-Hsien) yang  selalu menampilkan trik-trik magic murahan kepada orang-orang. Selain mereka memiliki kesamaan yaitu sama-sama degil dan nakal, mereka juga mempunyai kesamaan lainya yaitu ketertarikanya kepada seorang murid wanita berprestasi, Sheng Chia Yi (Michelle Chen). Namun, hal ini tidak berlaku terhadap Ko Chin Teng yang merupakan salah satu orang dari gengnya yang tidak menyukai Sheng Chia Yi.

Karena kenakalan Ko Chin Teng, akhirnya salah seorang guru memutuskan untuk memindahkan tempat duduk Ko Chin Teng didepan Sheng Chia Yi dengan harapan bahwa Sheng Chia Yi bisa membantu Ko Chin Teng dalam proses pembelajaran. Ko Chin Teng yang awalnya ogah-ogahan dalam belajar harus beradaptasi dengan tusukan bolpoin biru Sheng Chia Yi pada setiap paginya, menagih pekerjaan rumah yang diberikan setiap pulang sekolah demi untuk meningkatkan prestasi Ko Chin Teng. Ketulusan Sheng Chia Yi dalam mengajar Ko Chin Teng meluluhkan hati Ko Chin Teng yang awalnya tidak tertarik dengan Sheng Chia Yi. Namun, walaupun Ko Chin Teng telah menunjukkan tanda-tanda bahwa ia menyukai Sheng Chia Yi, mereka memiliki kepribadian yang bertolak belakang. Sheng Chia Yi merupakan seseorang yang serius, dewasa dan melakukan segalanya dengan maksud dan tujuan tertentu, sementara Ko Chin Teng melakukan sesuatu sesuka hati yang merupakan sesuatu yang tidak disukai oleh Sheng Chia Yi.

You Are the Apple of My Eye hanyalah sebuah drama coming of age yang menurut saya bukan hal yang baru. Saya telah menyaksikan sebuah film dengan cerita semacam ini beberapa kali. Namun, belum tentu film You Are the Apple of My Eye akan gagal dalam penyampaianya. Jika You Are the Apple of My Eye berhasil memberikan penontonya apa yang film-film yang bertemakan sama tidak punya, You Are the Apple of My Eye pada akhirnya akan menjadi sebuah film yang mempunyai tempat tersendiri di hati para penontonya. Hal itu terbukti. Saya sangat menyukai kesederhanaan You Are the Apple of My Eye. Memang hanya mengisahkan tentang seorang laki-laki yang kekanak-kanakan yang harus berhadapan dengan seorang perempuan yang sudah dewasa. Dan hal ini banyak sekali terjadi di kehidupan nyata yang membuat You Are the Apple of My Eye begitu relatable.

Mungkin sejam pertama You Are the Apple of My Eye agak lebih menjurus ke sisi komedi nya, menampilkan hal-hal bodoh yang dilakukan oleh Ko Chin Teng juga teman-teman nya. Dan sejam pertama sejujurnya jauh lebih menarik dan lebih mudah diikuti dibandingkan sejam setelah karena berfokus pada mereka ketika mereka sedang belajar. You Are the Apple of My Eye kemudian beralih ke pokok permasalahan yang lebih serius mengenai kapan Ko Chin Teng akan berubah dan kapan ia akan menyatakan perasaanya kepada Sheng Chia Yi. Ketika film beralih dan berfokus kepada kisah cinta kedua pemeran utama memang You Are the Apple of My Eye agak lebih membosankan untuk diikuti. You Are the Apple of My Eye juga diselingi dengan humor-humor dewasa nya yang mungkin untuk beberapa orang agak terlalu sulit untuk tertawa namun bagi orang yang dapet humornya mungkin akan tertawa terbahak-bahak. Mungkin di beberapa jokes nya agak terlihat terlalu berlebihan, namun You Are the Apple of My Eye dalam sisi komedi nya berhasil mengocok perut saya dan benar-benar menghibur.

yataome-5

Secara keseluruhan, You Are the Apple of My Eye adalah sebuah film yang menurut saya complete package. Karakter-karakter nya sangat relatable, mempunyai chemistry yang erat dan secara individual berhasil menghidupkan karakter mereka masing-masing. Juga dengan humor-humor dewasa nya yang lucu dan dengan beberapa adegan romantis yang berhasil melembutkan hati para penontonya. Dan tidak lupa juga dengan ending nya yang pahit namun realistis. You Are the Apple of My Eye memang merupakan film yang simpel namun dalam simplicity nya tersebut, You Are the Apple of My Eye menyampaikan sebuah pesan kepada penontonya bahwa pada akhirnya tidak semua berjalan seperti apa yang kita mau dan pengembangan karakter Ko Chin Teng dari awal film hingga akhir yang berhasil memuaskan hati saya bahwa walaupun ending yang mengejutkan tersebut, kita sadar bahwa Ko Chin Teng telah belajar banyak sekali hal dalam hidupnya. You Are the Apple of My Eye bukan hanya sebuah film coming of age biasa. Benar-benar sebuah film yang sangat memorable.

Untitled-1.jpg

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s