Review: Suicide Squad (2016)

suicide-squad-movie-2016-poster

Saya sangat mengantisipasi Suicide Squad semenjak trailer nya dirilis setahun yang lalu saya sudah tidak sabar untuk menyaksikanya. Dan hari pertama rilis di Indonesia, saya langsung bergegas untuk menyaksikanya. Dengan ekspektasi yang cukup tinggi dan harapana-harapan bahwa DC akan membayarkan kekecewaaan para penggemarnya dengan Batman v Superman yang mengecewakan kemarin. Bayangkan saja, menyatukan para supervillain dalam satu film, hasilnya pasti akan menyenangkan dan something different dari film-film lainya. Saya tidak mau buru-buru mengatakan bahwa Suicide Squad adalah film paling mengecewakan di tahun ini, namun saya memang seharusnya tidak terlalu menetapkan standar yang terlalu tinggi. Dengan DC dan Marvel yang terus-terus dibandingkan, sepertinya DC harus benar-benar step up their game karena pada akhirnya yang terkesan dengan hasil nya hanyalah para penggemar DC, namun bukan para casual. Suicide Squad mengisahkan tentang Pemerintah yang sudah kehabisan ide untuk menyelamatkan para penghuni bumi yang semakin terintimidasi dengan berbagai macam mahluk yang ingin menguasai bumi. Semakin kesini semakin bermacam-macam jenis mahkluk yang ingin menguasai bumi. Akhirnya, Amanda Waller (Viola Davis) mengumpulkan para meta humans, Deadshot (Will Smith), Harley Quinn (Margot Robbie), Captain Boomerang (Jai Courtney), Killer Croc (Adewale Akkinnuoye-Agbaje), El Diablo (Jay Hernandez) dan Slipknot (Adam Beach) untuk menghentikan segala macam threat yang akan mengancam ketentraman manusia-manusia. Dengan tuntunan Rick Flagg (Joel Kinnaman) mereka mau tidak mau harus ikut melakukan misi yang sebenarnya sangat sulit untuk mereka taklukan.

Film yang diantisipasi banyak orang di tahun 2016 ini, sebenarnya masih dalam taraf watchable and acceptable. Film ini sangat didukung oleh tim marketing nya yang benar-benar brilian. Yang menampilkan tiga jenis trailer yang berbeda tanpa terlalu meng-expose banyak dari ketiga trailernya. Jadi, saya tidak akan kaget jika Suicide Squad pada akhirnya akan menjadi salah satu film terlaris di tahun ini. Ide tentang para supervillain yang mencoba untuk mengalahkan another devil tentu akan terdengar sangat membuat penasaran banyak penonton. Ada banyak flaws dari Suicide Squad ini. Ceritanya berantakan. Cara Suicide Squad memperkenalkan karakter masing-masing di dalam film pun agak sedikit kacau. Karakter seperti Slipknot, Killer Croc  yang tidak ada latar belakangnya yang tiba-tiba muncul dan karakter Joker yang tidak dibangun dengan cara maksimal. Walaupun memang karakter-karakter seperti Deadshot, Encanthress dan Harley Quinn mendapatkan sebuah porsi yang pas, hal ini menjadi agak jomplang ketika karakter lain seperti dipaksakan untuk ada tanpa alasan yang jelas.

Yang Suicide Squad berhasil lakukan adalah bagaimana jokes nya ngena sekali di para penonton. Jokes nya terdengar lucu bagi semua penonton dan jadi penonton bisa tertawa bersama. Agak aneh rasanya jika di film-film lain terkadang hanya orang-orang tertentu yang bisa dibuat tertawa dengan film nya. Sisi komedi nya sangat membantu Suicide Squad untuk lebih terasa mudah dinikmati. Setelah Batman v Superman, Suicide Squad hadir lebih ringan, lebih enak untuk dinikmati dan lebih menyenangkan. Bagaimana menyelipkan lelucon-lelucon sehingga terasa sangat pas di setiap bagian membuat Suicide Squad sangat mudah untuk dinikmati.

Untuk segi aksi nya, saya mengharapkan lebih. Beberapa aksi sepertinya sudah ada di trailer nya. Jadi saya hanya mengandalkan final act nya saja. Ternyata, saya agak kecewa. Inilah yang membuat saya keluar dari bioskop setelah menyaksikan Suicide Squad agak sedih karena saya memang seharusnya tidak terlalu menetapkan standar yang tinggi untuk film ini. Berbagai ledakan, tembakan dan baku tinju memang di sebagian momen terasa sangat pas seperti aksi Deadshot. Namun, di beberapa bagian terasa agak terlalu monoton pada akhirnya. Dari segi aksi nya memang sepertinya Suicide Squad menyisahkan yang terbaik untuk di akhir film tetapi entah mengapa saya agak kurang greget menyaksikan aksi nya. Suicide Squad really leaves you wanting more.

picture-of-margot-robbie-suicide-squad-photo.jpg

Bagian terfavorit saya dari Suicide Squad ini adalah para karakter nya. Terutama Harley Quinn yang memang yang paling diandalkan dan diutamakan dari film ini. Margot Robbie memang orang yang pas untuk memainkan tokoh Harley Quinn. Saya berharap bahwa suatu saat nanti para pembuat film akan terinspirasi untuk mengangkat kisah Harley Quinn. Karakter yang paling ditunggu-tunggu lainya adalah Enchantress yang diperankan oleh Cara Delevigne. Kok di beberapa bagian saya seperti agak geli ya dengan gerak gerik Enchantress? Saya meyakinkan diri saya bahwa Cara Delevigne adalah seseorang yang paling tepat untuk memerankan Enchantress tapi Cara Delevigne seperti agak terlalu awkward untuk memerankan tokoh Echantress. Namun, tentu saja orang paling penasaran dengan karakter Joker. All I can say is, not enough Joker. Apakah Jared Leto akan menandingi Heath Ledger? Tentu saga tidak. Heath Ledger memang orang paling pas yang memerankan tokoh Joker.

Secara keseluruhan, Suicide Squad tidak se”pecah” yang saya bayangkan. Aksi nya agak nanggung, karakter-karakter nya tidak diberikan sebuah penjelasan yang cukup dan 15 menit terakhir yang menurut saya menjadi 15 menit terlemah dari Suicide Squad. Namun selebihnya, sepertinya Suicide Squad berhasil menjadi sebuah film blockbuster yang menyenangkan dan mudah untuk dinikmati. Lelucon-lelucon nya pas dan bagian yang paling saya sukai adalah soundtrack nya yang menemani penonton sepanjang film seperti lagu-lagu hits nya “Sucker for Pain”, “Heathens” dan “Purple Lamborghini” juga “Bohemian Rhapsody dari Panic At The Disco dan lagu-lagu lainya yang menurut saya menambah poin plus bagi Suicide Squad. Suicide Squad juga membuka film-film lain yang nantinya akan hadir seperti Justice League. Dan karakter-karakter yang nanti akan mengambil peranan penting di film berikutnya. Terlepas dari kekuranganya, Suicide Squad masih terbilang sebuah film yang layak untuk ditonton.

Untitled-1

Advertisements

One thought on “Review: Suicide Squad (2016)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s