Review: The Shallows (2016)

the-shallows-poster.jpg

Banyak sekali shark movies yang telah beredar, namun masih belum ada yang mampu menyaingi kehebatan Jaws. Jaws memang membuat penontonya parno sendiri ketika berada di pantai dengan tata musik nya yang mencekam yang masih terngiang-ngiang di kepala. Tapi memang saya masih belum menemukan film yang mampu jika tidak lebih baik setidaknya sama baiknya dengan Jaws. Rasanya film-film tentang hiu entah mengapa masih belum ada yang tampil memuaskan. Contohnya saja Shark Night yang sangat buruk itu. Kemudian Dark Tide nya Halle Berry yang juga sangat datar, Bait yang cukup diakui mempunyai ide yang sedikit lebih berbeda namun pada akhirnya tampil dengan buruk lewat eksekusi yang lemah. Dan bahkan telah dibuat kembali belakangan ini campuran hiu dengan tornado, Sharknado yang sangat konyol itu. Kali ini giliran The Shallows hadir untuk menunjukkan apakah film ini mampu menyaingi film JawsThe Shallows mengisahkan tentang seorang siswa kedokteran bernama Nancy (Blake Lively) yang memutuskan untuk berlibur karena kepenatan yang ia alami sepanjang studi nya, mengunjungi sebuah pantai rahasia di Meksiko bersama teman nya. Karena ditinggal oleh temanya sendiri, ia terpaksa harus menikmati keindahan pantai rahasia yang ibu nya dulu kunjungi sebelum meninggal dunia sendiri. Awalnya, niat Nancy untuk berselancar di pantai tersebut berjalan dengan lancar. Ia mengeksplorasi pantai tersebut dan menikmati keindahan yang tidak ia dapatkan di kota halaman nya di Texas, namun lama-kelamaan ia sadar bahwa ia tidak sendiri. Ada seekor hiu yang siap untuk menyantap makan malamnya.

Sebenarnya memang tidak ada yang benar-benar baru dari The Shallows. Bahkan The Shallows mempunyai cerita yang dangkal dan mudah ditebak. Banyak sekali hal-hal yang tidak dijelaskan dari The Shallows. Dari cerita yang kurang padat tersebut, Jaume Collet-Serra mencoba untuk kuat di sisi lainya yaitu dengan meningkatkan keteganganya. Dari awal hingga akhir, The Shallows mampu membuat penonton was-was dengan apa yang akan terjadi. Menutup mata, menggoyang-goyangkan kaki atau mencoba untuk memberi sinyal kepada sosok Nancy didalam film ini rasanya hal-hal yang berhasil The Shallows lakukan kepada penontonya. The Shallows tahu betul cara menjaga intensitas ketegangan dari awal hingga akhir film. Seperti saya dan penonton-penonton di sekitar saya contohnya, tiap Nancy sudah mulai masuk ke dalam air dan berenang penonton sudah mulai berjaga-jaga dan siap-siap jika hiu itu kali ini akan berhasil menangkap Nancy dan menikmati makan malamnya.

the-shallows.jpg

Selain kemampuan Jaume Collet-Serra untuk mempertahankan ketegangan film ini, hal lain yang sepertinya sangat berhasil adalah bagaimana film ini mampu menampilkan pemandangan-pemandangan indah pantai rahasia tersebut. Penggambilan gambar ketika para peselancar mulai menunjukkan dan memamerkan aksi nya pun dilakukan dengan baik. Bagaimana kamera bergerak dan menunjukkan keindahan pantai dari setiap sisinya. Dan juga pengambilan gambar dari dalam air yang indah dan mampu meng-capture nya dengan sangat apik. Dan tidak lupa juga dengan keindahan pemeran utama nya, Blake Lively. Menyaksikan Blake Lively berselancar rasanya seperti sebuah mimpi bagi para penontonya terutama kaum adam. Blake Lively benar-benar memberikan usaha terbaiknya untuk tampil meyakinkan sebagai seseorang yang benar-benar merasa kesakitan dan ingin bertahan hidup dari serangan hiu ini. Setelah Age of Adaline, dimana ia juga tampil dengan sangat baik rasanya kita tidak harus lagi meragui kemampuan Blake Lively dalam menghidupkan karakter yang ia perankan dalam tiap film.

Secara keseluruhan, The Shallows adalah sebuah shark thriller yang sangat-sangat memuaskan dan menghibur. Menandingi Jaws? Mungkin belum. Namun Jaume Collet-Serra tahu betul cara untuk menghadirkan sebuah film serangan hiu yang sangat-sangat mengerikan, menegangkan dan intense sepanjang film. Walaupun ceritanya yang terbilang sangat dangkal dan durasinya yang menurut saya begitu singkat, The Shallows menggunakan 87 menit waktunya dengan sangat baik. Yang saya sukai pula adalah gore nya yang mampu membuat penonton menutup mata dan teriak kejijikan. The Shallows mampu membuat penontonya menahan napas dan menggigit jari sepanjang film, dengan cerdas menarik perhatian penonton agar tertuju hanya pada satu direksi yaitu layar bioskop.

four-star-rating-md20

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s