Review: The Monster (2016)

the-monster-2016-poster.jpg

Synopsis: 
Hubungan antara seorang ibu bernama Kathy (Zoe Kazan) dan anaknya Lizzy (Ella Balentine) tidak bisa dibilang baik dan sehat. Kathy cenderung terlalu cuek dan tidak pedulian terhadap Lizzy dan ditambah lagi dengan tidak adanya perhatian dari sang ayah karena Kathy dan suaminya telah bercerai. Pada hari itu, Kathy harus membawa Lizzy ke rumah sang ayah. Kathy dan Lizzy mengarungi jalanan-jalanan yang sepi dan hutan-hutan yang lebat yang tidak mungkin ditelusuri pada malam hari. Sampai suatu ketika, ditengah hujan yang lebat mobil yang dikendarai oleh Kathy menabrak sebuah serigala. Kathy dan Lizzy mau tidak mau terjebak ditengah hujan dan ditengah-tengah hutan yang gelap dan mengerikan. Semakin lama mereka semakin tersadar bahwa tidak hanya hutan yang gelap yang membuat suasana tersebut mengerikan namun apa yang ada didalam hutan tersebut.

My Thoughts:
Film yang dirilis secara terbatas ini memang tidak banyak diketahui orang maka itu saya juga baru sadar kalau film ini sebenarnya sudah dirilis dan kebetulan baru saja menemukan trailer nya di YouTube beberapa minggu kemarin dan memang tertarik untuk menyaksikan. “The Monster” sendiri memang termasuk dalam film horor namun tidak sepenuhnya tentang kengerian sosok monster. “The Monster” lebih dari itu. Banyak kisah-kisah didalamnya, sebuah metafora yang sebenarnya tidaklah begitu sulit jika mengikuti filmnya dengan benar-benar. Maka itu, jika dibilang sebuah film dengan makna yang dalam sebenarnya tidak juga karena siapapun sebenarnya jika meneliti lebih dalam tentang film ini tau bahwa memang ada makna tersirat dibalik film ini walaupun memang diselingi dengan sosok monster itu sendiri yang menganggu kenyamanan ibu dan anak yang malang ini.

“The Monster” jika dilihat dari tingkat kengerian juga sebenarnya tidaklah begitu ngeri namun ia membangun intensitas ketegangan dengan sangat tepat. Perlahan tapi pasti. Orang yang datang untuk ditakut-takuti rasanya akan sedikit merasa kecewa dengan tingkat kengerian yang terdapat di dalam film ini. Dan rasanya juga sosok monster yang menelan jiwa banyak orang dan yang ditakut-takuti juga tak seseram dan semengerikan monster-monster di film lain. Jadi apa sebenarnya yang membuat “The Monster” ini begitu menarik untuk diikuti? Adalah sebuah film horor yang beda dari yang lain. Atmosfir kengerian yang begitu terasa, kegelapan yang memberikan ketegangan sendiri serta bagaimana film ini mampu membuat kita juga merasa sendirian harus terjebak di tengah hujan yang lebat dan hutan yang sangat gelap.

Hal menarik lain nya adalah kisah ibu dan anak yang menjadi cerita utama di film ini. Alur maju mundur yang sangat rapi dan tidak berantakan dan adegan-adegan masa lalu yang diselipkan terasa sangat pas dan tepat. Kita mengetahui dengan jelas bagaimana sosok Lizzy merasa sangat tertekan dan sosok Kathy yang bukanlah seorang ibu yang baik. Namun seringkali pula, film ini memberikan momen-momen menyentuh yang mampu membuat penonton merasa kasihan dan iba bukan hanya pada Lizzy yang memang sebagaimana mestinya namun juga pada sosok Kathy yang merupakan seorang wanita yang sebenarnya kuat sebelum dihancurkan oleh alkohol. Saya juga memperhatikan perkembangan karakter dari keduanya yang semakin seiring berjalan nya waktu, penonton seperti melihat bahwa mereka telah berevolusi dan bertransformasi menjadi sebuah manusai yang berbeda. Momen-momen yang menyedihkan yang berniat menyentuh itu pun tidak ditaruh secara berlebihan oleh Bryan Bertino. Seperti yang saya katakan, semuanya dalam takaran yang pas.

Secara keseluruhan, memang bukan merupakan film horor paling menakutkan dan menyeramkan namun tampak jelas bagaimana hujan dan hutan tampak begitu mengerikan bagi film ini. Ditambah pula dengan kisah ibu dan anak yang menyayat hati. Ditambah dengan performa dari Zoe Kazan dan Ella Balentine yang memang benar-benar tampil dengan maksimal. Yang akhirnya mampu membuat kisah ibu dan anak menjadi benar-benar natural. Dibalut dengan sangat rapi dengan bagaimana karakter masing-masing pada akhirnya berubah. “The Monster” memang jauh dari kata sempurna. Namun, dibalik ketidaksempurnaan nya itu “The Monster” mampu tampil dengan seadanya menjadi sebuah film yang beda dari yang lain.

3-5-star-rating-md2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s