TOP 30 SURVIVOR BLINDSIDES (#30-#26)

Blindsides are always fun and exciting. I always get excited when something like that goes down” – Kat Edorsson

Blindsides are fun! It’s exciting to see it goes down especially when It happens to someone who is extremely cocky and arrogant. Usually people do that because It’s easier to do or to do that as a reminder that the person is being too arrogant. It might not always be satisfying, some blindsides are devastating as well. But for those who are entertaining, It’s good TV. It’s great to see the players’ facial expressions and the shock elements to it. I love blindside! Everyone loves Blindside. And that’s why I’m making this list of top blindsides so far. Read More »

Australian Survivor Episode 03: Idol Hunt, Honesty or Deceit & Phoebe’s first victim

Australian_Survivor_season_3_logo

I’ve been loving this season of Australian Survivor. It’s so twisty, intense and everyone’s just so thirsty for the money and I’m here for it. I’d love to see 24 Aussies battle it out for the winning prize and nothing’s better than to see all 24 Aussies willing to lie, cheat and steal to get to where they need to (well, not all of them but a good bunch of people really mean it when they say lie, cheat and steal). After Des and Bianca, I really feel like the third episode is gonna be boring. Because I hate when they do the Idol Hunting Episode, It’s so boring and It’s not interesting enough. But, for some odd reasons this episode of Australian Survivor really brings the excitement. And this season just keeps on getting better each episodeRead More »

Review: Lights Out (2016)

b1686f3d790f32dce182fc5574fa9a06.jpg

Apakah sudah pernah menonton film pendek berdurasi 2 menit 42 detik berjudul sama di tahun 2013 silam? Film berdurasi hampir tiga menit tersebut mampu membuat bulu kuduk saya berdiri dan ditutup dengan ending yang masih kebayang sampai sekarang. Setelah tahu bahwa film pendek tersebut akan dibuat versi film bioskop nya saya sangat excited karena dengan film pendek nya saja saya sudah ketakutan sendiri apalagi menyaksikanya dengan durasi satu jam lebih. David F. Sanberg yang juga menggarap film pendeknya mempunyai wewenang besar untuk memperpanjang film nya dan melakukan apa yang tidak sempat ia lakukan di film pendeknya. Ia tahu betul apa yang ia inginkan, karena itu menurut saya Lights Out bekerja dengan sangat efektif dalam rangka menakut-nakuti penontonya. Read More »

Review: The Shallows (2016)

the-shallows-poster.jpg

Banyak sekali shark movies yang telah beredar, namun masih belum ada yang mampu menyaingi kehebatan Jaws. Jaws memang membuat penontonya parno sendiri ketika berada di pantai dengan tata musik nya yang mencekam yang masih terngiang-ngiang di kepala. Tapi memang saya masih belum menemukan film yang mampu jika tidak lebih baik setidaknya sama baiknya dengan Jaws. Rasanya film-film tentang hiu entah mengapa masih belum ada yang tampil memuaskan. Contohnya saja Shark Night yang sangat buruk itu. Kemudian Dark Tide nya Halle Berry yang juga sangat datar, Bait yang cukup diakui mempunyai ide yang sedikit lebih berbeda namun pada akhirnya tampil dengan buruk lewat eksekusi yang lemah. Dan bahkan telah dibuat kembali belakangan ini campuran hiu dengan tornado, Sharknado yang sangat konyol itu. Kali ini giliran The Shallows hadir untuk menunjukkan apakah film ini mampu menyaingi film JawsRead More »

Review: The Purge: Election Year (2016)

file_749823_Purge1.jpg

Rasanya, bagi saya The Purge (2013) memiliki premis yang sangat menarik, refreshing dan baru. Tiga tahun yang lalu, membaca premis nya saya seperti girang sendiri karena sebagai pecinta film horor slasher semacam ini seperti dream come true bagi saya. Walaupun sebagai hasilnya, The Purge (2013) yang memiliki potensi besar untuk menjadi sebuah film home invason dengan premis menarik dan ide yang baru itu gagal menjadi sebuah film horor yang menghibur secara keseluruhan. Hal ini tidak membuat James DeMonaco putus asa. Menghadirkan seri keduanya yang berjudul The Purge 2: Anarchy (2014) yang menurut saya jauh lebih baik dibandingkan seri pertamanya, walaupun ada kekuranganya di beberapa bagian namun secara keseluruhan jauh lebih baik dibandingkan seri pertamanya. Read More »

Quick Review: Fundamentals of Caring (2016) & Viral (2016)

 

the_fundamentals_of_caring__movie_poster__by_blantonl98-da4npgm

Sebuah film yang mengisahkan tentang seorang pengasuh yang sedang dalam tahap perceraian dengan istrinya, Ben (Paul Rudd) yang dipertemukan dengan seorang laki-laki bernama Trevor (Craig Roberts) yang mengidap penyakit Muscular Dystrophy (Distrofi Otot). Trevor yang hanya memiliki waktu 7 sampai 10 tahun lagi menghabiskan waktunya dengan menonton televisi dan memakan waffle sambil mengeluarkan perkataan penuh sarkasme yang mampu menyakiti hati orang-orang, namun lama-kelamaan Ben terbiasa dengan sikap Trevor. Ingin mengubah waktu-waktu Trevor yang tersisa berwarna, Ben mengajak Trevor untuk road trip. Sepanjang perjalanan, Trevor mempelajari banyak hal dan bertemu dengan orang-orang yang telah mengubah hidup nya yang singkat tersebut. Fundamentals of Caring adalah sebuah film yang sangat lembut dan membekas. Fundamentals of Caring bukanlah sebuah film cengeng yang terlalu berupaya dengan keras untuk menjadi sebuah film yang bikin penontonya mewek. Walaupun awalnya berjalan dengan lambat dan agak membosankan, Fundamentals of Caring “membayar” nya di beberapa menit terakhir menjadi sebuah film yang begitu membekas di hati penontonya. Tentu juga dengan penampilan yang baik dari para pemainya, Paul Rudd, Craig Roberts bahkan Selena Gomez dan juga chemistry antar pemainya yang begitu meyakinkan. Fundamentals of Caring berhasil menjadi sebuah film yang stood out dari film-film sejenisnya tanpa harus terlalu berusaha keras menjadi sebuah film tearjerker. Menampilkan sebuah perjalanan yang begitu menyenangkan, menyentuh dan berkesan.Read More »

Review: Suicide Squad (2016)

suicide-squad-movie-2016-poster

Saya sangat mengantisipasi Suicide Squad semenjak trailer nya dirilis setahun yang lalu saya sudah tidak sabar untuk menyaksikanya. Dan hari pertama rilis di Indonesia, saya langsung bergegas untuk menyaksikanya. Dengan ekspektasi yang cukup tinggi dan harapana-harapan bahwa DC akan membayarkan kekecewaaan para penggemarnya dengan Batman v Superman yang mengecewakan kemarin. Bayangkan saja, menyatukan para supervillain dalam satu film, hasilnya pasti akan menyenangkan dan something different dari film-film lainya. Saya tidak mau buru-buru mengatakan bahwa Suicide Squad adalah film paling mengecewakan di tahun ini, namun saya memang seharusnya tidak terlalu menetapkan standar yang terlalu tinggi. Dengan DC dan Marvel yang terus-terus dibandingkan, sepertinya DC harus benar-benar step up their game karena pada akhirnya yang terkesan dengan hasil nya hanyalah para penggemar DC, namun bukan para casual. Read More »